kesehatan

Thursday, December 01, 2005

Hipertensi

Hipertensi dll
Monday, 10 Jan 2005
Djoko Susanto --- Brisbane, Australia
Saya seorang dosen di salah satu PTN di Malang dan sekarang ini sedang tugas belajar di University of Queensland, Brisbane, Australia untuk mengambil program Doktor. Pada tahun 1994, melalui check-up kesehatan yang dilakukan di Surabaya untuk program Master di Melbourne, dokter mengatakan kalau saya memiliki tekanan darah tinggi. Saat itu tekanan darah saya 140/... Setelah selesai study saya jarang-jarang melakukan check-up tensi, baru kalau merasa flu saya ke dokter sekalian check juga tekanan darah saya. Dari beberapa kali saya ke dokter memang sepertinya ada kecenderungan darah saya agak tinggi. Tapi dokter selalu memberikan obat penurun darah tinggi dan Alhamdulillah ada hasilnya.

Sekarang ini, saya sedang melakukan regular check-up hanya khusus untuk melihat perkembangan tensi darah saya. Dari beberapa kali check up, terlihat kecenderungan naik dari 140/100 terus naik 150/100 terus naik lagi 160/110.

Diawal pemerikasaan, saya sudah meminta pada dokter agar diberi obat penurun darah tinggi, tapi dokter tidak mau memberi. Saat tensi darah saya menunjukkan 160/110 baru dokter memberikan obat Zanidip, yang mengandung lercanidipine hydrochloride 10 mg (equivalent to lercanidipine 9.4 mg). Obat ini berefek samping, seperti: flushing, swelling of the ankles, feet or lower legs, headache, dizziness, gastrointestinal disturbances (heartburn, nausea, epigastric pain or diarrhoea), fatigue or sleepiness.

Tapi apa yang terjadi justru saya merasakan sakit kepala, setelah saya minum satu tablet sebelum tidur. Sakit itu tidak mereda sampai sore keesokan harinya. Saya memutuskan untuk tidak melanjutkan untuk minum obat tsb. Saya mengubungi dokter dan menceritakan keadaan itu. Dokter merekomendasikan untuk tidak melanjutkan juga untuk minum obat itu.

Seminggu sebelum ketemu dengan dokter, saya mencoba untuk minum air putih agak banyak dari biasanya dan saya rutinkan jalan kaki selama 30-45 menit tiap hari. Sejak 7 bulan terakhir saya memang jarang olah raga. Alhamdulillah tensi darah saya agak turun ke 140/100. Terapi itu saya lakukan mengingat dari check up urine saya didapati sel darah merah dan protein, kata dokter ginjal saya tidak normal. Hal ini membuat saya jadi worry.

Pada saat yang sama, saya juga diet tidak mengkonsumsi garam sama sekali, kopi, soft drink, daging, dan Saya bukan perokok dan peminum alkohol. Praktis saya hanya makan nasi dan sayuran segar serta buah-buahan. Asumsi saya, turunnya tensi darah saya itu karena upaya saya itu.

Hari senin, 4 Oktober 2004 besok, saya kembali chek tensi lagi. Saya juga berdoa semoga ada kemajuan yang berarti.

Disamping tensi itu, saya juga merasakan backpain disekitar leher dan tulang iga kiri. Untuk itu saya masih terapi pisioterapi dan alhamdulillah sudah agak baik, hanya sesekali saya merakan kesemutan ditangan kiri saya. Saya asumsikan hal ini karena salah urat (Jawa: Kecetit) setelah saya membawa barang bawaan (buku2)yang agak banyak dari Indonesia ke Brisbane selepas penelitian saya terakhir (Agustus 2004) kemarin. Tadi saya merasakan sakit kepala dibagian kanan yang frekuensinya agak sering. Asumsi saya migrain.

Nah, berdasarkan keadaan saya yang demikian itu, apa yang harus saya lakukan untuk:
1. Menurunkan tensi darah saya?
2. Menghilangkan rasa kesemutan dikanan kanan saya?
3. Menghilangkan sakit kepala sebelah saya itu?
4. Apakah tensi saya juga ada korelasinya dengan stres yang kadang saya alami karena tuntutan akademik?

Atas tanggapan dan nasihat dokter yang budiman, saya sampaikan terima kasih banyak.

Hormat saya,

Djoko Susanto
85 Ninth Avanue, St. Lucia
Brisbane, Qld 4067




Jawaban:
Hi, Djoko Susanto, membaca riwayat perjalanan keluhan dan penyakit Anda, saya menduga, hulu dari semua keluhan Anda selama ini memang dari tekanan darah Anda yang berfluktuasi. Kemungkinannya bisa dua, Atau memang ada bakat warisan darah tinggi, atau kondisi kejiwaan Anda yang menjadikan Anda berstatus high normal hypertension.
Dalam status begitu, sesuai dengan kriteria WHO, seberapa bisa diatasi tanpa obat. Kita dapat melakukan seperti yang sudah Anda kerjakan selama ini, yaitu berjalan kaki rutin (harus rutin) setiap hari sedikitnya 40 menit berjalan cepat (brisk walking), sampai tersengal-sengal, turunkan berat badan jika melebihi ideal weight (berat badan (Kg) dibagi dengan tinggi badan (meter), indeksnya harus sekitar 20-23)., dan batasi garam dapur (bukan stop sama sekali).
Pastikan lemak darah (lipid) tidak meninggi, sehingga boleh bebas makan daging, susu, dan telur, kecuali bila berat badan berlebih.
Untuk kegundahan pikiran, dapat melakukan relaksasi, dengan bermeditasi, atau yang sejenis itu.
Bila dengan cara non-obat tensi Anda bisa terpaku pada nilai 130/90 paling tinggi, biarkan tanpa perlu minum obat. Obat baru diminum bila dengan upaya tanpa-obat itu tensi masih cenderung sekitar 140/95, atau lebih.
Pilihan obat antihipertensi biasanya dimulai dari yang paling ringan, yakni golongan thiazide (tablet HCT, hydrochlorothiazide). Baru jika dengan hanya yang enteng belum mencapai tensi yang dianggap normal (high normal), perlu ditambah antihypertension, sekarang banyak dipilih golongan captopryl. Dan jika dengan kombinasi ini pun masih juga belum membuahkan hasil, dipertimbangkan memakai yang dari generasi yang lebih mutakhir.
Semua obat hipertensi jelek efek sampingnya. Pilihan konservatif, selalu dipakai yang paling enteng, dan bukan yang generasi baru.
Ihwal nyeri kepala mungkin bukan dari tekanan darah, melainkan dari mata.
Jika berkacamata, periksalah rutin setahun dua kali, siapa tahu myopianya harus nambah. Jika kacamata tidak sesuai dengan kebutuhan mata, keluhannya nyeri kepala yang tidak jelas.
Keluhan di punggung, di lengan, dan di mana-mana yang Anda keluhkan itu, bisa jadi bagian dari gejala stres (malstress) yang mungkin Anda derita sepanjang urusan akademik, dan itu wajar, tanpa perlu dikoreksi, sebab takut kebanyakan obat. Berupayalah lebih tenang (autosuggestion), lewat doa, semedi, dan sejenis itu.
Saya kira, kasus Anda bukan sesuatu yang perlu dirisaukan. Penyebabnya jelas ada, dan penanggulangannya pun bisa dilakukan do by yourself. Tak ada yang salah dengan Anda selama ini, kecuali kedisiplinan Anda mengukur tensi yang perlu lebih tertib. Bye.

1 Comments:

Post a Comment

<< Home