kesehatan

Sunday, August 26, 2007

Susu Bisa Cegah Hipertensi

Susu Bisa Cegah Hipertensi

Ada tiga mekanisme yang dipakai susu untuk mencegah hipertensi.

Susu ternyata tak hanya ampuh untuk mencegah osteoporosis. Minuman yang kerap ''dituding'' sebagai salah satu penyebab kegemukan ini ternyata bahkan mampu mencegah hipertensi. Anda mungkin tak percaya?

'' Pada dasarnya, segala macam obat ada dalam makanan. Jadi sesunguhnya kita tidak perlu obat jika kita yakin makanan kita sehat. Dan susu adalah minuman yang nyaris sempurna karena kandungan gizinya lengkap dan berimbang,' kata Prof. Dr Ir Made Astawan MS, saat peluncuran Kampanye Minum Susu 2006 oleh PT Tetra Pak Indonesia, beberapa waktu lalu.

Sayangnya, kata ahli gizi dan pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB)ini,tingkat minum susu di Indonesia justru amat rendah. Bahkan data badan Program Pembangunan PBB (UNDP) pada 2004 menunjukkan, peringkat Indonesia berada pada 111 dari 175 negara yang disurvei. Bahkan untuk Asia, Indonesia menduduki urutan nomor dua paling bawah.

Whey dan kasein
Kandungan susu segar terdiri dari 87 persen air, 4 persen protein, 3 persen lemak, 4 persen karbohidrat, serta vitamin dan mineral sebesar 2 persen. Dua kandungan protein utama dalam susu adalah whey dan kasein. Jika whey berbentuk cair, maka kasein berbentuk padat. Pada susu segar, kasein terdiri dari 80 persen dan whey sebesar 20 persen dari seluruh kandungan proteinnya. Saat ini ada bermacam-macam susu di pasaran. Bentuknya pun tersedia dari model bubuk, kental manis, susu segar, susu yang dipasteurisasi, hingga susu yang diproses dengan UHT.

Whey mudah mengalami pengrusakan. Akibat pemrosesan susu, masing-masing proses memiliki tingkat kerusakan whey yang berbeda-beda. Untuk susu pasteurisasi misalnya, terjadi kerusakan sebesar 23 sampai 25 persen dari kandungan whey yang ada. Pada susu bubuk, terjadi kerusakan 15 sampai 20 persen. Pada susu sterilisasi, kerusakan sebesar 5 sampai 10 persen. Sedangkan pada susu yang diproses secara UHT, kerusakannya hanya mencapai 0,5 hingga 1 persen. Jadi, Anda tentu bisa memilih jenis susu yang paling tepat untuk dikonsumsi.

Untuk menentukan mutu dari suatu makanan, harus di lihat dari daya cerna dan daya serapnya oleh tubuh. Jika makanan bergizi tinggi namun sulit dicerna dan diserap oleh tubuh, maka tentu akan sia-sia. ''Sebagai sumber protein, susu memiliki daya cerna dan daya serap yang tinggi,'' kata Made.

Mengapa susu dibutuhkan tubuh? Pada bayi, anak-anak, dan remaja, kata Made, ''Protein susu penting untuk pembentukan otak dan masa tubuh (tulang dan otot). Bakhan 80 persen pembentukan otak berlangsung dalam kandungan sehingga ibu hamil penting untuk minum susu.''

Gizi penentu kecerdasan, kata Made, adalah lemak dan protein jenis asam amino. Manusia memiliki sekitar 10 miliar sel neuron otak. Di antara neuron tersebut terdapat penghubung antar neuron alias neurotransmiter. Bahan baku pembentuk neurotransmiter ini adalah asam amino.

''Dan asam amino banyak terdapat pada kasein,'' kata Made. Sedangkan pada orang dewasa, protein susu ternyata dibutuhkan untuk pemeliharaan tubuh, penggantian jaringan yang rusak, sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri dan virus (misalnya virus influenza dan diare).

Tidak membuat gemuk
Whey protein ternyata mengemban dua tugas penting. Tugas pertama adalah immunoglobulin yaitu meningkatkan kekebalan tubuh. Tugas lain whey adalah sebagai laktoferin, yaitu pengikat zat besi. Zat yang bermanfaat dalam pangan belum tentu diserap oleh tubuh. Nah, whey membantu penyerapana zat besi di usus.

Sedangkan kasein mengandung taurin yang salah satu fungsinya adalah membentuk garam empedu yang memfasilitasi pencernaan dan penyerapan lemak. Taurin juga mengatur kecepatan pertumbuhan serta merupakan komponen pembentuk otak, otot, dan jantung.

Kasein juga mengandung karnitin yang berfungsi sebagai fasilitator transportasi asam lemak rantai panjang. Asam lemak rantai panjang tidak bisa dicerna tubuh sehingga akan menumpuk dan menjadi timbunan lemak. Karnitin mempercepat penguabhan asal lemak ini menjadi energi. ''Jadi, tidak benar bahwa susu adalah penyebab kegemukan,'' kata Made. Selain itu, lemak dalam susu hanya 35 persen yang dituding menaikkan kolesterol. ''Jadi 65 persennya tidak memiliki efek buruk,'' (?????????) lanjutnya.

Tiga mekanisme
Kandungan kalsium pada susu memang tak diragukan lagi. Tak heran jika susu disebuat sebagai pencegah osteoporosis. Namun tahukah Anda, bahwa susu pun mencegah hipertensi? Padahal, biasanya susu dihindari oleh para penderita penyakit degeneratif. ''Ada tiga mekanisme yang membuat susu mampu mencegah hipertensi, yait lewat kandungan kalium (K), peranan ACE Inhibitor, dan peranan kasium (Ca),'' kata Made.

Pada susu, kandungan natrium (Na) --yang kerap dituding penyebab hipertensi-- cukup rendah. Perbandingannya Na dengan Kalium adalah 0,31. Kalium ini membantu dalam fungsi syaraf, pengendalian otot, dan tekanan darah. Namun tentunya lebih diutamakan kalium yang berasal dari makanan dan bukan dari suplemen.

Mekanisme kedua yang mencegah hipertensi adalah lewat ACE Inhibitor. Enzim pada paru-paru akan mengubah Angiotensin I dari ginjal menjadi Angiotensin II. selajutnya, lewat proses bertahap lainnya, akan mengakibatkan tekanan darah meningkat. Dengan adanya peran ACE Inhibitor pada kandungan susu, maka proses tersebut terhambat, sehingga menghambat pula kenaikan tekanan darah.

Sedangkan mekanisme ketiga adalah peranan kaslsium (Ca) dalam susu. Konsumsi Ca yang tinggi akan menurunkan kekentalan darah. Hasilnya, aliran darah menjadi cepat sehingga tidak perlu tekanan yang tinggi untuk membuat darah terus mengalir, bukan?

Selain itu, konsumsi Ca juga memperbaiki regulasi otot, sehingga memperbaiki kontraksi dan rileksasi otot jantung. Hasil akhirnya, mencegah gagal jantung, reumatik, dan kram. Jadi, jangan takut meminum susu. Jika masih belum jelas, jangan lupa meminta nasihat dokter.

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=245926&kat_id=123

(yyn )